Selasa, 24 Mei 2016

Makalah Kriptografi



MAKALAH
APLIKASI KEAMANAN SISTEM KOMPUTER MOTEDE KRIPTOGRAFI MENGGUNAKAN PROGRAM DELPHI
Dosen : Laksamana Rajendra H.,S.Kom

Description: Description: D:\logo\LOGO_STEKOM_MERAH_HITAM.png
 







Disusun Oleh :
Rina silviana
Manajemen informatika


SEKOLAH TINGGI ELEKTRONIKA DAN KOMPUTER
STEKOM WELERI
2015/2016
 



KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”Aplikasi Keamanan Sistem Komputer Motede Kriptografi Menggunakan Program Delphi
Terselesainya makalah  ini tidak lepas dari dukungan beberapa pihak yang telah memberikan kepada penulis berupa motivasi, baik materi maupun moril. Oleh karena itu, penulis bermaksud mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang tak dapat saya sebutkan satu persatu, semua yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini belum mencapai kesempurnaan, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.



Batang, 26 April 2016

Penyusun









DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................ i
Daftar Isi...................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.       Latar Belakang.............................................................................. 1
B.       Rumusan Masalah.......................................................................... 1
C.       Tujuan dan Manfaat Penulisan...................................................... 1
BAB II
PEMBAHASAN........................................................................................ 2
A.       Apa Pengertian Kriptografi........................................................... 2
B.       Bagaimana dari Kriptografi........................................................... 2
C.       Apa saja Elemen - elemen dari Kriptografi................................... 4
D.       Apa saja Jenis – Jenis dari Kriptografi.......................................... 6
E.        Implementasi  interface  Aplikasi Kriptografi............................... 9

BAB III
PENUTUP.................................................................................................. 11
A.       Kesimpulan.................................................................................... 11
B.       Saran.............................................................................................. 11
Daftar Pustaka............................................................................................. 12



 





BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Bekelakang
Kriptografi dalam mungkin masih menjadi suatu istilah yang asing bagi sebagian orang di berbagai Negara. Namun sebenarnya kriptografi amat mudah dijumpai meskipun mungkin hanya sebagian kecil dari masyarakat di dunia yang mampu merasakan langsung kegunaan dari kriptografi tersebut. Dalam makalah ini akan dijelaskan apa itu kriptografi, teori-teori yang berhubungan dengan kriptografi bidang protaksi, pengaplikasiannya dalam kehidupan masyarakat, dan prinsip apa yang digunakan sehingga kriptografi mampu diaplikasikan dalam suatu barang elektronik terutama dalam bidang keamanan dan proteksi. Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah untuk memberi penjelasan tentang berbagai aplikasi dari kriptografi dalam kehidupan modern. Selain itu, untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah IF2153 Matematika Diskrit yang diberikan di prodi Teknik Informatika ITB.

B.       Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Kriptografi ?
2.      Bagaimana dari Kriptografi ?
3.      Apa saja Elemen - elemen dari Kriptografi ?
4.      Apa saja Jenis – Jenis dari Kriptografi ?
5.      Implementasi  interface  Aplikasi Kriptografi ?

C.      Tujuan dan Manfaat
1.    Agar para pembaca bisa tau tentang bagiamana menjalankan Program keamanan sistem kompiter dengan metode kriptografi menggunakan aplikasi delphi.
2.    Menambah wawasan dan ilmu tentang kriptografi Semoga setelah pembaca membaca makalah ini apa yang menjadi tujuan penulisan makalah ini dapat tercapai.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian  Kriptografi
Secara etimologi kata kriptografi (Cryptography) berasal dari bahasa Yunani, yaitu kryptos yang artinya yang tersembunyi dan graphein yang artinya tulisan (Prayudi, 2005). Awal mula kriptografi dipahami sebagai ilmu tentang menyembunyikan pesan (Sadikin, 2012), tetapi seiring perkembangan zaman hingga saat ini pengertian kriptografi berkembang menjadi ilmu tentang teknik matematis yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan keamanan berupa privasi dan otentikasi (Diffie, 1976).
Kriptografi mempunyai 2 (dua) bagian yang penting, yaitu :
              a.     Enkripsi adalahproses dari penyandian pesan asli menjadi pesan yang tidak dapat diartikan seperti aslinya.
             b.     Dekripsi adalahmerubah pesan yang sudah disandikan menjadi pesan aslinya. Pesan asli biasanya disebutplaintext, sedangkan pesan yang sudah disandikandisebut ciphertext.
Pada Gambar 2.1 dapat dilihat bahwa masukan berupa plaintext akan masuk ke dalam blok enkripsi dan keluarannya akan berupa ciphertext, kemudian ciphertext akan masuk ke dalam blok dekripsi dan keluarannya akan kembali menjadi plaintext semula.
Gambar : Proses Enkripsi dan Dekripsi

B.       Sejarah Kriptografi
Penulisan rahasia ini dapat dilacak kembali ke 3000 tahun SM saat digunakan oleh bangsa Mesir. Mereka menggunakan hieroglyphcs untuk menyembunyikan tulisan dari mereka yang tidak diharapkan. Hieroglyphcs diturunkan dari bahasa Yunani hieroglyphica yang berarti ukiran rahasia. Hieroglyphs berevolusi menjadi hieratic, yaitu stylized script yang lebih mudah untuk digunakan. Sekitar 400 SM, kriptografi militer digunakan oleh bangsa Spartan dalam bentuk sepotong papyrus atau perkamen dibungkus dengan batang kayu. Sistem ini disebut Scytale. Sekitar 50 SM, Julius Caesar, kaisar Roma, menggunakan cipher substitusi untuk mengirim pesan ke Marcus Tullius Cicero. Pada cipher ini, huruf-huruf apfabet disubstitusi dengan huruf-huruf yang lain pada alfabet yang sama. Karena hanya satu alfabet yang digunakan, cipher ini merupakan substitusi monoalfabetik. Cipher semacam ini mencakup penggeseran alfabet dengan 3 huruf dan mensubstitusikan huruf tersebut. Substitusi ini kadang dikenal dengan C3 (untuk Caesar menggeser 3 tempat). Secar umum sistem cipher Caesar dapat ditulis sbb : ZiCn(Pi)
Dimana Zi adalah karakter-karekter ciphertext, Cn adalah transformasi substitusi alfabetik, n adalah jumlah huruf yang digeser, dan Pi adalah karakterkarakter plaintext. Disk mempunyai peranan penting dalam kriptografi sekitar 500 th yang lalu. Di Italia sekitar tahun 1460, Leon Battista Alberti mengembangkan disk cipher untuk enkripsi. Sistemnya terdiri dari dua disk konsentris. Setiap disk memiliki alfabet di sekelilingnya, dan dengan memutar satu disk berhubungan dengan yang lainnya, huruf pada satu alfabet dapat ditransformasi ke huruf pada alfabet yang lain. Bangsa Arab menemukan cryptanalysis karena kemahirannya dalam bidang matematika, statistik, dan lingiustik. Karena setiap orang muslim harus menambah pengetahuannya, mereka mempelajari peradaban terdahulu dan mendekodekan tulisantulisannya ke huruf-huruf Arab. Pada tahun 815, Caliph al-Mamun mendirikan House of Wisdom di Baghdad yang merupakan titik pusat dari usaha-usaha translasi. Pada abad ke-9, filsuf Arab al-Kindi menulis risalat (ditemukan kembali th 1987) yang diberi judul “A Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages”. Pada 1790, Thomas Jefferson mengembangkan alat enkripsi dengan menggunakan tumpukan yang terdiri dari 26 disk yang dapat diputar secara individual. Pesan dirakit dengan memutar setiap disk ke huruf yang tepat dibawah batang berjajar yang menjalankan panjang tumpukan disk. Kemudian, batang berjajar diputar dengan sudut tertentu, A, dan huruf-huruf dibawah batang adalah pesan yang terenkripsi. Penerima akan menjajarkan karakter-karakter cipher dibawah batang berjajar, memutar batang kembali dengan sudut A dan membaca pesan plaintext. Sistem disk digunakan secara luas selama perang sipil US. Federal Signal Officer mendapatkan hak paten pada sistem disk mirip dengan yang ditemukan oleh Leon Battista Alberti di Italia, dan dia menggunakannya untuk mengkode dan mendekodekan sinyal-sinyal bendera diantara unitunit. Sistem Unix menggunakan cipher substitusi yang disebut ROT 13 yang menggeser alfabet sebanyak 13 tempat. Penggeseran 13 tempat yang lain membawa alfabet kembali ke posisi semula, dengan demikian mendekodekan pesan. Mesin kriptografi mekanik yang disebut Hagelin Machine dibuat pada tahun 1920 oleh Boris Hagelin di Scockholm, Swedia. Di US, mesin Hagelin dikenal sebagai M-209. Gambar 2 : mesin Enigma, digunakan olek militer Jerman pada akhir 1920 dan pada akhir dari Perang Dunia II, menggunakan chipertext elektro mekanik yang kompleks untuk menjaga kerahasiaan komunikasi yang sensitif. Pada tahun 20-an, Herbert O. Yardley bertugas pada organisasi rahasia US MI-8 yang dikenal sebagai “Black Chamber”. MI-8 menjebol kode-kode sejumlah negara. Selama konferensi Angkatan Laut Washington tahun 1921-1922, US membatasi negosiasi dengan Jepang karena MI-8 telah memberikan rencana negosiasi Jepang yang telap disadap kepada sekretaris negara US. Departemen negara menutup MI-8 pada tahun 1929 sehingga Yardley merasa kecewa. Sebagai wujud kekecewaanya, Yardley menerbitkan buku The American Black Chamber, yang menggambarkan kepada dunia rahasia dari MI-8. Sebagai konsekuensinya, pihak Jepang menginstal kode-kode baru. Karena kepeloporannya dalam bidang ini, Yardley dikenal sebagai “Bapak Kriptografi Amerika”.

C.      Elemen – elemen Kriptografi :
1.      Pesan, Plainteks dan Cipherteks
Pesan adalah data atau informasi yang dapat dibaca dan dimengerti maknanya. Nama lain untuk pesan adalah plainteks. Agar pesan tidak bisa dimengerti maknanya oleh pihak lain, maka pesan perlu disandikan ke bentuk lain yang tidak dapat dipahami. Bentuk pesan yan g tersandi disebut cipherteks
  1. Pengirim dan Penerima
Pengirim adalah entitas yang mengirim pesan kepada entitas lainnya. Penerima adalah entitas yang menerima pesan. Entitas di sini dapat berupa orang, mesin (komputer), kartu kredit dan sebagainya.
3.      Enkripsi dan dekripsi
Proses menyandikan plainteks menjadi cipherteks disebut enkripsi. Sedangkan proses mengembalikan cipherteks menjadi plainteks semula dinamakan dekripsi
  1. Cipher
             Algoritma kriptografi disebut juga cipher yaitu aturan untuk enciphering dan deciphering, atau fungsi matematika yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi. Konsep matematis yang mendasari algoritma kriptografi adalah relasi antara dua buah himpunan yaitu himpunan yang berisi elemen-elemen plainteks dan himpunan yang berisi cipherteks. Enkripsi dan dekripsi adalah fungsi yang memetakan elemen-elemen antara kedua himpunan tersebut.
  2. Sistem kriptografi
         Sistem kriptografi merupakan kumpulan yang terdiri dari algoritma kriptografi, semua plainteks dan cipherteks yang mungkin dan kunci.
  1. Penyadap
             Penyadap adalah orang yang berusaha mencoba menangkap pesan selama ditransmisikan dengan tujuan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai sistem kriptografi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan maksud untuk memecahkan cipherteks.
  2. Kriptanalisis dan kriptologi
Kriptanalisis (cryptanalysis) adalah ilmu dan seni untuk memecahkan cipherteks menjadi plainteks tanpa mengetahui kunci yang digunakan. Pelakunya disebut kriptanalis. Kriptologi adalah studi mengenai kriptografi dan kriptanalisis.

D.      Jenis – jenis Kriptografi
1.         Kriptografi Modern
a.       Kriptografi Kunci-Simetris
Kriptografi kunci-simetrik mengarah kepada metode enkripsi yang mana baik pengirim maupun yang dikirim saling memiliki kunci yang sama(walaupun kebanyakan kunci yang ada sedikit berbeda namun masih berhubungan dalam hal kemudahan perhitungan). Berikut ini merupakan jenis enkripsi yang diketahui sampai tahun 1976.Secret-key cryptography kadang disebut sebagai symmetric cryptography merupakan bentuk kryptografi yang lebih tradisional, dimana sebuah kunci tunggal dapat digunakan untuk mengenkrip dan mendekrip pesan. Secret-key cryptography tidak hanya berkaitan dengan enkirpsi tetapi juga berkaitan dengan otentikasi. Salah satu teknik semacam ini disebut message authentication codes. Data Encryption Standart (DES) dan Advanced Encryption Standart (AES) adaalh salah satu desain sandi balok yang sudah didesain standar kriptografi oleh pemerintah AS. Meskipun terdapat bantahan dari standar resminya, DES masih cukup terkenal dan digunakan sebagai aplikasi yang sudah luas penggunaannya, dari enkripsi ATM sampai privasi email dan akses keamanan. Banyak sandi balok lain yang telah didesaindan diluncurkan ke publik dengan mempertimbangkan kualitas dalam berbagai variasi.Tetapi banyak pula yang sudah terbongkar.
Sandi gelombang berlawanan dengan sandi balok, membuat material gelombang panjang yang berubahubahyang dikombinasikan dengan kode tulisan bit demi bit atau karakter demi karakter. Masalah utama yang dihadapi secret-key cryptosystems adalah membuat pengirim dan penerima menyetujui kunci rahasia tanpa ada orang lain yang mengetahuinya. Ini membutuhkan metode dimana dua pihak dapat berkomunikasi tanpa takut akan disadap. Kelebihan secret-key cryptography dari public-key cryptography adalah lebih cepat.Teknik yang paling umum dalam secret-key cryptography adalah block ciphers, stream ciphers, dan message authentication codes.
b.      Kriptografi Kunci-Publik/Asimetris
Kriptografi Simetris adalah : Kode Hill atau lebih dikenal dengan Hill cipher merupakan salah satu algoritma kriptografi kunci simetris dan merupakan salah satu kripto polyalphabetic. Hill cipher diciptakan oleh Lester S. Hill pada tahun 1929 .
Teknik kriptografi ini diciptakan dengan maksud untuk dapat menciptakan cipher yang tidak dapat dipecahkan menggunakanteknik analisis frekuensi. Berbeda dengan caesar cipher, hill cipher tidak mengganti setiap abjad yang sama pada plainteks dengan abjad lainnya yang sama pada cipherteks karena menggunakan perkalian matriks pada dasar enkripsi dan dekripsinya.
Hill cipher merupakan penerapan aritmatika modulo pada kriptografi. Teknik kriptografi ini enggunakan sebuah matriks persegi sebagai kunci berukuran m x m sebagai kunci untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Dasar teori matriks yang digunakan dalam Hill cipher antara lain adalah perkalian antar matriks dan melakukan invers pada matriks.
Karena menggunakan matriks sebagai kunci, Hill cipher merupakan algoritma kriptografi kunci simetris yang sulit dipecahkan, karena teknik kriptanalisis seperti analisis frekuensi tidak dapat diterapkan dengan mudah untuk memecahkan algoritma ini. Hill cipher sangat sulit dipecahkan jika kriptanalis hanya memiliki ciphertext saja (chipertext-only), namun dapat dipecahkan dengan mudah jika kriptanalis memiliki ciphertext dan potongan dari plaintext-nya (known-plaintext).
Gambar Kriptografi Simetris :
Description: Gambar Kriptografi Simetris
c.       Data Encryption Standart (DES)
DES, akronim dari Data Encryption Standard, adalah nama dari Federal Information Processing Standard (FIPS) 46-3, yang menggambarkan data encryption algorithm (DEA). DEA juga didefinisikan dalam ANSI standard X3.92. DEA merupakan perbaikan dari algoritma Lucifer yang dikembangkan oleh IBM pada awal tahun 70an. Meskipun algoritmanya pada intinya dirancang oleh IBM, NSA dan NBS (sekarang NIST (National Institute of Standards and Technology)) memainkan peranan penting pada tahap akhir pengembangan. DEA, sering disebut DES, telah dipelajari secara ekstensif sejak publikasinya dan merupakan algoritma simetris yang paling dikenal dan paling banyak digunakan. DEA memiliki ukuran blok64-bit dan menggunakan kunci 56-bit kunci selama eksekusi (8 bit paritas dihilangkan dari kunci 64 bit). DEA adalah symmetric cryptosystem, khususnya cipher Feistel 16-rounddan pada mulanya dirancang untuk implementasi hardware. Saat digunakan untuk komunikasi, baik pengirim maupun penerima harus mengetahui kunci rahasia yang sama, yang dapat digunakan untuk mengenkrip dan mendekrip pesan, atau untuk menggenerate dan memverifikasi message authentication code (MAC). DEA juga dapat digunakan untuk enkripsi single user, seperti untuk menyimpan file pada harddisk dalam bentuk terenkripsi. Dalam lingkungan multiuser, distribusi kunci rahasia akan sulit. Public-key cryptography menyediakan solusi yang ideal untuk masalah ini.NIST telah mensertifikasi kembali DES (FIPS 46-1, 46-2, 46-3) setiap 5 tahun. FIPS 46-3 mensahkan kembali penggunaan DES sampai Oktober 1999, namun single DES hanya diijinkan untuk legacy systems. FIPS 46-3 mencakup definisi dari triple-DES (TDEA, menurut X9.52); TDEA adalah "pilihan algoritma simetris yang disetujui oleh FIPS." Dalam beberapa tahun, DES dan triple-DES akan digantikan dengan Advanced Encryption Standard.

d.      Advanced Encryption Standart (AES)
         AES adalah Advanced Encryption Standard. AES adalah block cipher yang akan menggantikan DES tetapi diantisipasi bahwa Triple DES tetap akan menjadi algoritma yang disetujui untuk penggunaan pemerintah USA. Pada Januari 1997 inisiatif AES diumumkan dan pada September 1997 publik diundang untuk mengajukan proposal block cipher yang cocok sebagai kandidat untuk AES. Pada tahun 1999 NIST mengumumkan lima kandidat finalis yaitu MARS, RC6, Rijndael, Serpent, dan Twofish.Algoritma AES dipilih pada Oktober 2001 dan standarnya dipublish pada November 2002. AES mendukung ukuran kunci 128 bit, 192 bit, dan 256 bit, berbeda dengan kunci 56-bit yang ditawarkan DES. Algoritma AES dihasilkan dari proses bertahun-tahun yang dipimpin NIST dengan bimbingan dan review dari komunitas internasional pakar kriptografi.Algoritma Rijndael, yang dikembangkan oleh Joan Daemen dan Vincent Rijmen, dipilih sebagai standar.

E.       Implementasi  interface  Aplikasi Kriptografi
Gambar 1. Form Enkripsi Aplikasi Kriptografi


                     Gambar 2. Contoh Hasil Enkripsi Aplikasi Kriptografi

Gambar 3. Form Deskripsi Aplikasi Kriptografi

                     Gambar 4. Contoh Hasil Deskripsi Aplikasi Kriptografi


BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Kriptografi merupakan salah satu dari media komunikasi dan informasi kuno yang masih dimanfaatkan hingga saat ini. Kriptografi di Indonesia disebut persandian yaitu secara singkat dapat berarti seni melindungi data dan informasi dari pihak-pihak yang tidak dikehendaki baik saat ditransmisikan maupun saat disimpan. Sedangkan ilmu persandiannya disebut kriptologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana tehnik melindungi data dan informasi tersebut beserta seluruh ikutannya.Pengguna diberikan ID dan password untuk mengakses sistem yang ada. Password dienkripsi untuk mencegah terjadinya akses illegal terhadap sistem misalnya pencurian data-data penting oleh mereka yang tidak berhak. Demikian juga enkripsi pada file-file penting dapat dilakukan (misalnya file yang berisi data keuangan). Metode enkripsi yang digunakan dapat berbentuk enkripsi kunci simetris, misalnya menggunakan algoritma DES, RSA, dll. Untuk mendapatkan algoritma enkripisi ini tidak dibutuhkan biaya karena telah dipublikasikan secara umum. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwakriptografi masih merupakan sistem yang efektif dalam hal keamanan dan proteksi serta dapat digunakan secara luas di berbagai bidang usaha dan teknologi.
B.       Saran
Adapun Saran penulis sehubungan dengan bahasan makalah ini, kepada rekan-rekan mahasiswa agar lebih meningkatkan, menggali dan mengkaji lebih dalam tentang bagaimana menggunkan aplikasi keamanan system computer metode kriptografi menggunakan program delphi.






DAFTAR PUSTAKA


Mollin, Richard, “An Introduction to Cryptography, Second Edition (Discrete Mathematics and Its Applications)”, Chapman & Hall/CRC, 2006, pp.9-13.
Munir, Rinaldi, “Matematika Diskrit”, ITB, 2003, pp.V-21 s.d V-25.
Rahardjo, Budi, “Panduan Menulis dan Mempresentasikan Karya Ilmiah: Thesis, Tugas Akhir, dan Makalah”, ITB, 2005.
Robshaw, Matthew, “Algebraic Aspects of the Advanced Encryption Standard (Advances in Information Security)”, Springer-Verlag, 2005,pp.21-23.


7 komentar:

  1. mau naya ko ngga ada gambar ya

    BalasHapus
  2. Kakak kok gak ada gambar nya kak?

    BalasHapus
  3. ① We recommend online casinos for free ᐉ We recommend online casino sites
    Discover all the best online casinos and find your 제왕 카지노 perfect online casino 메리트카지노 for you. We can use your bonus to 카지노 win real money.

    BalasHapus